Phuket, Thailand. First time but not the last (Part 1)


Sebenarnya saya mengunjungi Phuket sudah bertahun-tahun lalu, namun baru sempat menuliskannya disini. Gpp kan yah, mending telat daripada tidak sama sekali ^^

Lets Begin,
*kringkring, suara telpon saya berdering ditengah liburan awal tahun di Jogja bersama keluarga. Ternyata salah satu teman les Mandarin saya Mba Ayu menelpon, ia menawarkan untuk ikut bersamanya dan 2 teman les saya Inne dan suami mba Ayu ke Phuket, Thailand. Ia menawarkan saya juga dikarenakan harga tiket AirAsia saat itu katanya murah. Langsung saja saya cek ke Airasia.com eh ternyata memang ditawarkan harga tiket yang cukup murah JKT-Phuket-Jakarta hanya 900rb. Tanpa banyak berfikir lagi langsung saya tanya mama untuk minta ijin beliau, yes my mom  sangat dan amat mendukung akan hobi saya travelling. Dan my mom said yes, hati ini riang gembira. Gimana engga coba, this is my first time travelling to another country. Deg deg ser

Tanpa banyak persiapan, karena semua hal seperti penginapan sudah dibooking oleh teman saya berikut itenary yg akan dibicarakan kemudian *Thanks God* pasport yang memang sudah saya miliki sehingga tidak perlu untuk mengurus lagi.

Sehari sebelum hari H merupakan hari yang amat sangat mendebarkan, packing yang sudah biasa saya lakukan karena seringnya saya bepergian pun menjadi sangat membingungkan. Apa yang akan saya bawa dan apa yang tidak boleh saya bawa Banyak pertanyaan dikepala, untungnya kedua teman saya ini sangat baik hati. Saya diingatkan kan  yang harus saya bawa.

 

Ini dia backpack saya + mba ayu. Lumayan gede kan

Sampai lah pada hari H.. Ow Ow *deg deg deg deg*
Saya dan Inne janjian untuk bertemu di money changer sekitar Depok dikarenakan daerah rumah kami yang sama dan berencana untuk menukar rupiah kami ke mata uang thailand (bath). Beberapa money changer telah kami sambangi namun kita tidak mendapat uang receh yang cukup namun karena sudah mepet waktu check in ke bandara kami putuskan untuk menukarnya dalam dollar dan akan menukar kembali bila kami perlukan nanti. Total uang yang saya tukarkan sekitar 3jt rupiah, berhubung pertama kali ke luar negeri dan takut kekurangan uang maka saya tukarkan uang tabungan saya juga.

Setelah self check in kami menunggu mba Ayu yang saat itu agak sedikit telat. Untungnya saat itu pesawat tepat waktu sehingga kami tidak perlu menunggu lama. Di pesawat ternyata saya tidak duduk dekat Inne maupun Mba Ayu, saat itu saya duduk diantara dua bule. Salah satu bule disebelah saya adalah opa2 yang sudah agak tua, dari obrolan kami saya mengetahui bahwa opa tersebut sedang mengambil jatah cutiny selama hampir sebulan dan mengelilingi Asia seorang diri. Oh my God, saya amat terkesan padahal dia sudah memiliki lebih dari 5 orang cucu namun tetap bersemangat untuk travelling. Semoga nanti saya diberi umur panjang untuk bisa travelling sampai seumur beliau. Amin.

Tiga jam pun berlalu dan kami akhirnya sampai di Phuket, next list adalah bagaimana caranya kami bisa sampai ke Phuket Town. Sempat beberapa kali bertanya dan akhirnya kami memilih untuk menyewa taxi seharga 400 bath. Di tengah perjalanan mulai agak parno karena taxi yang melaju kencang dan tiba-tiba berhenti di pom bensin yang cukup gelap. Dalam hati saya berdoa terus, semoga tidak terjadi apa-apa, saya belum nikah dan pliss jangan diculik..

Proses pencarian hostel adalah yang paling pusing, karena tanya kanan kiri jalan, bahkan hampir mau memutar jalan tetap saja tidak ketemu. Sedikit hopeless saya mampir ke sevel untuk membeli cemilan. Hostel kami rucksack hostel tersempil di jalan kecil sebelah phuket backpacker hostel, omigod kami hanya perlu check in di phuket backpacker hostel ternyata kami berempat bertemu dengan dua teman inne secara tidak sengaja. Ruli dan Andra menyarankan kami untuk memesan tur ke Pulau James Bond untuk keesokan harinya dengan harga yang 900 bath, cukup murah dibandingkan dengan harga yang kami lihat di brosur. So, tomorrow will be James Bond Island, feels like bakal ditemenin sama bang james muterin pulau. xixixixi

Oiya si sevel tadi saya membeli kartu prabayar ’12call’  agar bisa bbm + berkomunikasi dengan dunia luar. Harganya cukup murah ,kartu perdana harganya adalah 50 baht, dan untuk isi pulsa 100 baht. Yang menjadi masalah adalah bagaimana cara mendaftarkan layanan blackberry di kartu ini, browsing, bolak balik baca tulisan di kartunya tetep ajah ga kebaca tuh tulisan thailand, kremi kremi kaya cacing. Setelah memencet nomor panggil yang dibutuhkan akhirnya bisa juga terdaftar,  biaya internet unlimited untuk 3hari adalah 90 baht. Jangan ditanya sinyalnya seperti apa, untuk bb dan nge tweet hanya butuh beberapa detik, provider indonesia kalah semua deh. Tidak butuh waktu lama untuk upload foto ke twitter atau akses ke facebook. Bahkan untuk buka youtube via laptop tidak perlu buffering lama-lama seperti di Indonesia <– pengakuan mba ayu.

 

Lucu yah penampakan kasir sevel
Sosis inilah yang selalu membuat saya lapar, pasti beli kalo mampir ke sevel
Pertama kali liat roti ini phuket, sekarang sih udah banyak di indo.

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s