Phuket, Thailand. First time but not the last (Part 2)


Hari ini melaut, senangnya saya.. Walau bangun paling terakhir dan bersiap-siap ala kadarnya kami pun siap, dengan terlebih dulu mampir ke sevel tercintah. Begini nih penampilannya, lebih mirip toko kelontong biasa beda banget sama yg disini, yang katanya gahol abis..

Pukul 10.00 kami dijemput oleh travel dan diantar menuju pier. Eh ya ampun panas lohh di pier, takut akan sinar matahari akhirnya kami membeli topi *alesan* padahal hanya karena harganya yang cukup murah (100bath), yah beginilah wanita.
Narsis dulu dikit boleh yah, pakai topi baru

Topi baru *cekrek

Agak kaget nih begitu tau kami akan dinaikkan ke bus sebelum ke kapal yang menurut saya agak aneh karena belum pernah naik. Sebelum naik bus kami diberi tanda sticker yang harus ditempelkan di baju kami masing-masing. Stiker ini menandakan bus mana yang harus kami naiki dan kami mendapat bus paling terakhir, sambil menunggu bus kami foto-foto ala kadarnya..

Andra berfoto di depan bus
Narsis sambil menunggu giliran naik ke bus

Kami berlima,ditempatkan di kapal dengan lumayan banyak orang indonesia (disini saya berkenalan dengan malvin dan istrinya, sherly, edita dan pacarnya) sehingga gerombolan kami menjadi makin banyak dan heboh pastinya. Pulau yang akan kami kunjungi adalah Panak Island, Hong Island, James Bond Island dan Lawa Island. Rute pertama adalah canoeing di sekitar pulau, naik kano saya agak khawatir namun yahh apa daya dari pada bengong dan kebetulan saya sudah sampai di laut kenapa ga dicoba. Dalam kano, saya, mba ayu dan rully serta seorang pemandu yang juga pengayuh kano bernama one/wan. Pemandu kami ini ramah dan cukup mengerti apa yang kami tanyakan, cukup membantu menjawab semua pertanyaan kami. Kano kami meluncur ke dalam gua, kami diharuskan agak tiduran untuk melewati pintu gua. Gelap dan mencengangkan, kami bisa melihat stalagnit di dalam gua dan begitu banyak kelelawar , oiya kami juga dilarang untuk memegang secara sembarangan. Bagaimana mau pegang kalau guanya juga tidak kelihatan, penerangan kami hanya dari senter yang ada di kepala one. Bismillah, berlanjut ke sisi dalam gua yang ternyata lebih bagus, disis gua ada batu-batuan yang menyerupai bentuk hewan seperti gajah dan lumba-lumba.

Keadaan di dalam kapal
Rully, saya dan mba ayu
Inne mulai memasuki gua sambil tiduran
Batu yang ada di dalam gua

Puas mengelilingi gua kami pun kembali ke kapal untuk menikmati makan siang, semua makanan dimasak oleh awak kapal. Ada tom yam, seafood goreng tepung dan bakar-bakaran. Tom yam nya adalah tom yam terenak yang pernah saya makan, versi indo kalah semua, beda banget rasanya tidak begitu asam dan nendang banget. Nyumm nyumm..

Penampakan tom yam + seafood yang menggoda

Trip kami berakhir di satu pulau, kami diperbolehkan untuk bermain air di sepanjang pantai dan berenang. Saya, inne, rully dan andra ikut turun tapi mba ayu lebih memilih untuk foto-foto dari atas kapal, alhamdulillah yah jadi saya punya foto dari jauh deh.. *piss mba ayu*

Pukul 5 sore kami kembali ke daratan dan menuju Patong, awalnya saya, inne dan mba ayu akan langsung kembali ke phuket town namun akibat ngiler akan suasana di Patong akhirnya kami memutuskan untuk ikut Rully dan Andra. Mereka akan menginap di patong untuk kemudian harinya melanjutkan ke bangkok dengan bis.

Berpose didepan angkot

Phuket town dan patong berbeda 360 derajat, phuket town seperti kuburan, patong lebih ke tempat dugem. Mungkin letak patong yang lebih ke pantai dan phuket town ke kota membuat perbedaan ini. Di patong kita akan dapat melihat nightlife dari thailand, banyak turis, bar, musik yang menggelegar, bahkan para ladies boy (banci) yang berpakaian ala kabaret. Para ladies boy ini sangat cantik saya aja ngiri, mereka tinggi semampai, putih dan kinclong lebih enak dilihat dari pada yang biasa mangkal di taman lawang.. xixixii.. Tapi jangan salah, banyak juga yang tidak secantik mereka, bisa lebih terliat pada siang hari di pinggir jalan disekitar patong, biasanya mereka menawarkan jasa pijat.

Setelah menemani andra dan rully menyimpan tas di patong backpacker hostel, kami berkeliling menuju bangla road, sambil mencari makan malam. Di sepanjang bangla road banyak di temui kabaret ladies boy, jangan sekalipun minta berfoto dengan para ladies boy kalau tidak menyiapkan uang, karena dengan berfoto maka mereka akan minta bayaran dari kita, lumayan loh sekitar 100bath sekali foto.

Ditengah bangla road bersama mba ayu

Makan malam kami berakhir di sebuah rumah makan malaysia, saya mencoba green curry khas thailand karena tertarik akan cerita dari rully yang telah mencobanya di phuket town. Lumayan unik dan enak rasanya.

Green Curry
Es Kelapa Thailand

 

Sudah pukul 10 malam dan kami harus kembali ke phuket town, karena menunggu taksi yang cukup lama dan akhirnya tidak datang akhirnya kami memilih naik tuk tuk.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s