Phuket, Thailand. First time but not the last (Part 3)


Hari ini merupakan hari terakhir kami di Phuket, rencananya kami akan menjelajah di sekitar Phuket Town dan kembali lagi ke Patong untuk membeli oleh oleh. berbekal informasi dari Rully kami mencari tempat makan yang menjual green curry dan juga mengelilingi Puket old town.

Oiya kami menginap di Rucksack Hotel (159 Ranong rd. T. Taladnaue A. Maung Phuket, Kota Phuket, Phuket, Thailand 83000) dengan rate yang cukup bagus, sekitar 100rb satu kamar untuk satu malam, sudah termasuk kamar mandi di dalam, ac, twin bed, dan bisa ditempati untuk 2 orang. Sedangkan untuk tinggal di Phuket Backpacker Hostel cukup menyiapkan 70rb satu malam untuk kamar mix 4 bed. Menurut saya kami lebih beruntung mendapatkan lebih banyak kelebihan. Bisa cek langsung di agoda.com untuk harga yang lebih update.

Disekitar Phuket Backpacker Hostel banyak ngetem bus kecil, dan banyak juga penjual asongan dan ternyata area ini merupakan area pasar. Banyak penjaja makanan pinggir jalan, mereka berjualan ayam goreng, singkong gula dan berbagai panganan lain.  Kami juga menemukan penjaja serabi di pojokan jalan sekitar phuket old town.

Bus angkutan menuju patong
Phuket old town
Welcome to Phuket Town

Penasaran akan makanan yg dijual

 

Penampakan serabi yang dijual

 

Ibu penjual yang sudah pernah ke Jogja sedang melayani inne dan mas wawan
Makan siang ini harganya tidak lebih dari 20rb tapi pedas bukan kepalang, karena menggunakan cabai kering
Hayo tebak ini penjual apa ??
Isi toko pinggir jalan yang hampir sama seperti di Jakarta
Mencoba membeli ayam goreng
Penjaja jajanan pinggir jalan
Being nowhere

Ada kejadian yang cukup unik saat saya dan ine melihat-lihat toko kain. Sebenarnya saya ingin mambeli kain motif thailand untuk mama saya tercinta, dy menyukai kain dan membuat saya tertular akan hobinya ini. Bahkan mama saya sampai sengaja jauh ke Ambon hanya untuk membeli beberapa potong kain motif ambon. Di toko kain ini kami bertemu sang empunya, ternyata dy sering sekali berkunjung ke Indonesia.Inne yang naksir kain brokat yang dipajang disitu sempat kaget begitu mengetahui bahwa kain itu dipesan langsung dari Bandung. Wahhh kain indonesia terkenal loh sampai ke Thailand, bangga rasanya. Lebih senang lagi setelah saya di beri diskon yang cukup besar saat membeli kain thailand.

Toko kain
Gulungan kain thailand
Inne dengan kain kebaya yang ditaksir

Saya juga sempat membeli beberapa hasil olahan ikan dan manisan di pasar dekat hostel. Setelah puas berkeliling kami pun melanjutkan perjalanan ke Patong, kali ini kami kembali untuk membeli cinderamata dan juga telah memesan satu van besar bersama para teman indonesia yang kami temui di kapal untuk menuju Bandara di sore hari.

Sempat berfoto di depan Junceylon Mall
Aq, sherly, inne, mba ayu dan mas wawan
Patong beach

Sore mulai tiba dan kami harus kembali ke Indonesia, bye Phuket next time daku harus kembali ke Thailand untuk menyambangi kuil-kuil kuno di Bangkok.

Thailand bukan saja indah namun murah loh. Perjalanan kami ini selama 3 hari tidak lebih dari 1,4jt exclude tiket pesawat yah. Berikutnya saya akan share perjalanan Vietnam dengan budget yang tidak lebih dari 1,5jt.

Siapa bilang liburan ke luar negeri mahal ??

 

nb : special thanks for inne, mba ayu, untuk ajakan dan foto2nya..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s