Pia


Nama gadis kecil yang kutemui saat sholat tarawih di mesjid depan rumah. Saya persis mengambil tempat disebelahnya, dan ternyata ia bersama bude dan neneknya. Budenya menempati bagian depan dan dia agak ke tengah bersama saya. Wajah polosnya menegaskan kesendirian, tanpa banyak berkata ia menoleh ke sekeliling mencari teman sebaya namun apa daya mereka berada jauh dibelakang. Pia masih bersekolah Tk yang terletak di daerah tanggerang. Dari celotehanny saya mengetahui bahwa ia sedang menginap dengan neneknya di depok namun tinggal dengan budenya di tanggerang. Satu hal yang agak mengagetkan saya saat ia bercerita tentang ibunya. “ Ibu Pia sudah meninggal ka, waktu pia masih bayi ibu masih ada. Saat pia gede ibu meninggal deh, lucu yah ka” sambil tertawa dan cadel ia bercerita. Saya langsung terperanjat, bagaimana bisa anak sekecil ini bisa berkata seperti itu. Tidak ada kesedihan di matanya, Pia terus bercerita “ Waktu ibu Pia meninggal, rumah Pia ramai banget ka. Ibu meninggal karena sakit dan langsung di makamkan.” Tidak sampai hanya disitu kekagetan saya, cerita Pia tentang ayahnya yang kerja di Riau pun membuat saya terenyuh. Bagaimana bisa anak sekecil ini sudah bisa mengerti keadaan keluarganya, dan sama sekali tidak sedih akan keadaannya tersebut. Saya hanya bisa bersyukur terus, sampai saat ini masih memiliki keluarga yang utuh. Akhir cerita Pia berkata “ Papa Pia kerja pindah-pindah ka, cari uang buat sekolah dan susu Pia.” Subhanallah, cantik sekali engkau anak kecil semoga Bundamu bisa bahagia disisi Allah dan ditempatkan ditempat yang paling baik. Amin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s