Keripik rumput laut vs belalang goreng


Pagi ini mulai sepi di rumah, sebelumnya hampir 20 org menginap di rumah kami ini. Sebagian besar keluarga dari malang dalam rangka mengikuti halal bihalal kemarin.

Sepinya kondisi rumah dimanfaatkan oleh anggota keluarga yang lain untuk berjalan-jalan kepantai. Di motori oleh mas ku yang mengajak ke pantain Indrayanti, anggota keluarga yang lain pun setuju. Akhirnya saya, adik dan papa serta ponakan, bude, mas ku, paklik dan bulik berangkat menuju pantai. Kami berpikir bahwa akan terjadi kemacetan di sepanjang jalan tapi ternyata kemacetan hanya terjadi di dekat lampu merah dan di dekat lokasi pantai.

Pantai Indrayanti ini terletak di daerah Gunung Kidul, dari Jogja bisa ditempuh kurang lebih 3 jam melewati wonosari. Di wonosari kami melihat para penjual belalang, masku bilang kalau rasanya enak dan kami akan membelinya untuk dicoba saat pulang nanti. Agak serem nih liatnya tapi penasaran juga bagaimana rasanya. Penasaran ini akan berlanjut sampai perjalanan pulang *garuk kepala*
Perjalanan menuju gunung kidul akan cukup lama bila kita tidak tahu jalan pintas, untungnya mas ku orang Jogja yang pastinya sudah hapal jalan. Pfiuh terbebas dari nyasar-nyasar

Pantai Indrayanti terletak paling ujung dari pantai sundak, kukup dan baron. Kalau kata mas ku ini pantainya bagus. Saya dan geng bebs sudah pernah kesana namun kami tidak turun karena sudah terlalu sore. Ternyata tempat yang saya sangka pantai Indriyanti itu bukan pantai yang sama. Pantai indriyanti masih terletak lebih jauh lagi dan agak masuk ke dalam lokasinya bukan di pinggir jalan seperti yang kami datangi waktu itu.

Sesampainya di pantai kondisi sudah tidak kondusif, macet lumayan parah dan pantai nya penuh. Ternyata tidak sesuai ekspektasi saya, masih lebih bagus pantai sundak. Sedihnya saya.

Sambil menunggu yang lain bermain air, saya dan papa duduk sambil membeli kelapa muda. Memang pantai dan kelapa muda bagaikan sepasang kekasih yang tidak pernah berpisah #eaaaa. Bude saya menghampiri sambil membawa sebungkus keripik rumput laut. Dari bentuknya saya agak kurang yakin, tapi berhubung perut sudah cukup lapar saya coba saja dan ternyata cukup enak, bentuknya tidak seperti rumput laut bila dibuat manisan namun seperti rumput berwarna hijau yang dipotong kecil dan digoreng. Sayangnya saya lupa mendokumentasikannya, sudah terlanjur masuk perut semua. Xixixi

Diburu waktu untuk rapat dan arisan keluarga akhirnya kami langsung pulang, melewati jalur yang berbeda untuk mengurangi habisnya waktu karena kemacetan. Melewati wonosari saya menagih janji untuk membeli belalang goreng. Ternyata harganya cukup mahal Rp 35000 untuk satu toples kecil belalang goreng, ditawarpun abangnya ga bergeming yasudahlah apa mau dikata penasaran saya lebih besar. Hehe.

Ini nih penampakannya

20120822-223929.jpg

Jangan berpengaruh sama penampakannya yah, rasanya enak loh. Seperti udang atau ebi yang di goreng kering dan agak manis, karena yang saya beli ini belalang bacem.. Nyamm nyamm nyammm

Eh tapi apa kabarnya perut saya, ada rumput laut dan belalang. Jangan-jangan belalangnya lagi loncat loncatan di atas rumput..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s