Ho Chi Minh, Warm City of Vietnam (Day 1, Pham Ngu Lao)


My journey dimulai dari ajakan kaka Inne lagi. Kali ini kami akan pergi bersama lagi namun dengan anggota yg berbeda, saya, inne, ade dan mba rizka. Tapi inne dan ade akan melanjutkan menuju Kamboja pada hari ke 3 dan ke 4. Sedangkan saya dan mba rizka akan tetap stay di Ho Chi Minh sampai hari ketiga.

Sampai di Bandara Tan Son Nath sekitar pukul 8 malam menggunakan , namun bandara sudah sangat sepi sepertinya kami mungkin pesawat terakhir yang mendarat. Setelah melewati imgrasi kami langsung menuju taxi counter di dekat pintu keluar. Sesuai rekomendasi para backpacker yang kami tanya, bus sudah tidak beroperasi pada jam tersebut sehingga kami harus menyewa taksi. Taksi yang kami sewa adalah Vinasun, ratenya 200.000 dong sampai dengan tempat kami menginap yaitu di Hanoi Backpacker Hostel. Agak kaget begitu taksi yang sudah dipesan datang, ternyata yang datang adalah taksi dengan armada minibus atau Kijang Innova, wahh bagus yah beda sekali dengan di Indonesia. Taksi jenis ini dipilihkan untuk penumpang yang cukup banyak, buat kami yang hanya bertiga ternyata disediakan armada seperti biasa. Hihihi, cukup sedih namun pada hari esoknya kami akan mencoba taksi jenis minibus ini, agak penasaran juga apakah ratenya berbeda jauh.

Saigon Backpacker Hostel, hostel ini saya pesan dari hostelworld.com letaknya agak terpencil dan cukup jauh dari Pham Ngu Lao Street . Kami cukup terkecoh waktu pertama kali, ternyata letaknya masuk ke gang kecil namun tempat yang disediakan comfy dan murah loh. Rate permalamnya $8 saja untuk dorm 6 kasur, kamarnya bersih, ac menyala terus, wifi kencang dan kamar mandinya bersih sekali.

I recommended to stay.

Ruang Santai
Tempat Tidur
Toilet

Loker

Setelah check in dan menaruh barang, kami penasaran untuk langsung menjelajah sekitar. Berangkatlah kami berjalan kaki. Kami berjalan menyusuri tiap gang dan suasananya mirip sekali di jakarta. Berhenti sebentar untuk makan Pho di Pho Quynh (323 Pham Ngu Lao) karena udara yang dingin serta kami sudah cukup lapar. Saya memesan Beef Stew Noodle alias Phö Bò Kho dan Tea with Ice alias Trà Đá, yang kemudian datang bersama toge dan dedaunan serta jeruk nipis. Dagingnya besar sekali dan lembut, kuahnya nikmat, begitu pula dengan phonya, tipis dan nyummy. Mengenyangkan sekali untuk makanan dan minuman seharga 48000Dong.

Dengan perut kenyang kami melanjutkan perjalanan, menuju suatu monumen. Menyusuri Pham Ngu Lao dimalam hari membuat kami yang kesemuanya wanita tidak cukup takut walau beberapa kali ada panggilan nakal dari penduduk yang tidak kami mengerti, beberapa kali kami juga menemui wanita cantik dengan pakaian cukup terbuka yang entah sedang menunggu apa di pinggir jalan. Tapi secara keseluruhan jalanan ini cukup aman untuk dinikmati dari malam sampai menjelang pagi.

Cukup dekat dengan monumen kami menemukan segerombolan penjaja makanan, dengan rasa keingintahuan yang cukup tinggi kami mendekat beberapa kali, ada penjual yang mengusir kami ada juga penjual yang dengan baik hati mempersilahkan kami mendekat. Penjual pertama yang kami dekati adalah penjual jajanan pasar, wanita penjualnya sedang membuat pesanan seorang pria. Dua panci berada di atas gerobak kecil yang berisi ketan berwarna warni. Kami memesan satu porsi dengan bahasa tarzan, karena sang penjual tidak bisa mengerti apa yang kami tanyakan. Ketan ini di beri taburan gula, garam dan parutan kelapa, rasanya cukup enak untuk jajanan seharga 2000Dong, karena ketan yang berbeda warna berbeda pula rasanya. Ketan berwarna merah tua berasa kacang merah, ketan berwarna hitam berasa ketan hitam, warna hijau berasa pandan.

Ibu Penjual Jajanan
Yummy Desert

 

Jajanan kedua yang kami coba adalah sejenis gulali, berwarna putih. Awalnya kami tidak mengerti ini makanan apa tapi sang penjual memberi kami sedikit sampel, dan ternyata gulali berwarna putih susu.

Berlanjut menuju monumen dan berfoto sebentar, kami berinisiatif untuk kembali ke hostel karena waktu sudah menunjukkan jam 12 malam. Kami harus mengisi tenaga untuk esok hari menjelajah kota Ho Chi Minh ini.


4 thoughts on “Ho Chi Minh, Warm City of Vietnam (Day 1, Pham Ngu Lao)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s