Ho Chi Minh, Warm City of Vietnam (Day 2, City Tour)


Ho Chi Minh City

Hari kedua di Vietnam kami mulai dengan sarapan mie rebus di hostel. Mie rebusnya aneh karena mereka tidak merebusnya, hanya merendamnya dengan air panas sehingga tekstur mie nya masih crunchy, disajikan dengan sosis yang sepertinya tidak digoreng lagi membuat nafsu makan saya langsung hilang *huff

First place to go is grocery shop, i want to buy some local sim card for my blackberry. Hard to say that the simcard really expensive (90000VND) and couldnt work at my handphone, poor me. Another thing i found in the grocery are a lot of kind yoghurt, plain, fruitty yoghurt, etc. I know that Vietnam produced a good quality of fruit, so i try that and the taste is really nice.

with Inne
Yoghurt

Mencari money changer di Ho Chi Minh tidak sulit, kami mencari berdasarkan informasi dari teman di indo bahwa di sekitaran Plaza Tex. Naik taksi dari De Tham St, Pham Ngu Lao Distric ke Plaza Tex sekitar 20000VND. Di sekitaran Plaza Tex ini banyak toko kecil yang menjual banyak barang lucu, beberapa kali kami membelokkan tujuan demi melihat isi di dalamnya. Ada outlet The Body Shop yang sama seperti di Indo dengan harga barang yang sama pula, so kesimpulannya barang branded pun akan sama mahalnya disini. Toko lain menjual barang kerajinan Vietnam, cafe tradisional, ada juga tempat refleksi dan salon. Kelebihan dari toko-toko ini adalah tempatnya yang warm dan tidak terlalu ramai , sehingga enak untuk menjelajah dari satu toko ke toko lain.

Salah satu cafe di sekitaran Plaza Tex
Kota dengan kabel listrik paling berantakan
Penjual mainan yang terbuat dari kertas
Beli mangga dipenjual pinggir jalan

Beres menukar uang kami mencari Uncle Ho Statue namun terlebih dahulu mampir di CircleK untuk membeli minuman. Saya membeli satu botol air mineral dan sosis panggang seharga 23000VND. Setelah berputar-putar, sangat disayangkan ternyata kami salah jalan dan malah menemukan Central Post Office. Kami mencoba mengirimkan post card, dan tentunya berharap sampai ke alamat yang kami tuju. Satu post card seharga 5000d dan perangko seharga 10500d , serta biaya pengirimannya untuk ke Asia Tenggara .

Mengirim kartu pos
My post card
Bagian dalam Central Post Office
Bagian Luar Central Post Office
Pose aneh yang berhasil di capture Mba Rizka

Ternyata bersebrangan dengan Central Post Office terdapat Notre Dame Catedral, sambil menunggu Inne dan mba Rizka membuat sedikit liputan, saya bergerak menuju Catedral. Sedang ada misa di pagi hari itu, dan para wisatawan hanya bisa masuk sampai ke gerbang dalam area Catedral. Yang cukup unik bagi saya adalah, ada sejumlah orang yang mengikuti misa di luar Catedral, sekitar 15 orang berdiri sambil mendengarkan dari luar tanpa ingin masuk ke dalam. Sepertinya sudah cukup telat untuk masuk ke dalam dan mereka memutuskan untuk mengikuti dari luar saja agar tidak mengganggu yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam.

Notre Dame Catedral
Inside The Cathedral

Capai berkeliling, kami melanjutkan ke destinasi baru, Ben Than Market. Tempat yang paling asik dan murah buat belanja oleh-oleh *pasang kacamata kuda*. Berbagai macam cindera mata dijual disini dengan harga yang terjangkau dan bisa ditawar juga *mulai panik*. Plis jangan kalap disini yah teman, banyak tempat murah yang lain loh. Disini saya membeli kacang lotus dan Nguyen Coffee yang terkenal itu seharga 160000d + 45000d. Agak mahal untuk kacangnya karena kualitasnya bagus. Oiya saya juga membeli beberapa tempelan kulkas dan gantungan kunci, sekitaran 40000d untuk 10 buah.. Selesai berbelanja kami mengelilingi bagian luar Ben Than market, ternyata banyak pendagang yang baru mulai membuka lapaknya padahal di bagian dalam sudah mulai tutup. Orang-orang menyebutnya Night Market. Di pinggiran Night Market saya mencari tas kecil untuk mengganti tas yang saya bawa karena sudah rusak. Ada sebuah toko yang menjual tas dengan harga cukup masuk akal, saya membeli tas kecil seharga 130000d dan Inne membeli tas besar sekitaran 150000d. Kualitasnya lebih bagus dari tas KW yang sering kita temui di tanah air.

Ben Tanh Market

Melipir ke bagian belakang pasar Ben Than, kami mencari makanan khas Vietnam dan karena keterbatasan bahasa kami lebih memilih restoran kecil daripada makan di pinggir jalan.

Dinner time
Lets eat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s