Secuplik kisah dari Premiere Habibie & Ainun


edited-8221

Doa Habibie & Ainun
” Terima kasih Allah, ENGKAU telah lahirkan Saya untuk Ainun dan Ainun untuk Saya

Terima kasih Allah, ENGKAU telah pertemukan Saya dengan Ainun dan Ainun untuk Saya”

Setiap pembaca buku Habibi & Ainun pasti sangat mengingatnya, doa  ini penutup buku dan juga sebagai penutup film yang  diperankan dengan apik oleh Reza Rahardian dan BCL.

Pertama kali melihat pemakaman ibu Ainun, tidak pernah terlintas di benak saya begitu tegar dan cantik nya beliau. Dari buku yang dituliskan sendiri oleh sang suami, Bacharuddin Jusuf Habibie saya mengenal beliau begitu dalam. Buku Habibie & Ainun saya beli sebelumnya hanya karena saya mengagumi sosok Habibie, namun banyak cerita lain di buku ini yang secara garis besar bercerita tentang kehidupan beliau.

Mendengar buku ini akan difilm kan membuat saya bergairah, akankah sama atau banyak hal yang akan dipotong ceritanya. Yah, tau sendiri kalau sebuah film diangkat dari novel maka akan ada banyak hal yang dipotong.

135236201127516_300x430

20.12.2012
Satu minggu sebelum tanggal cantik ini, saya dikejutkan oleh twit dari um Adri Soebono. Tiket premiere Habibie & Ainun diperjual belikan. Langsung saja saya menghubungi Pujil, dan di sambut balasan oleh Vero yang ternyata tertarik akan film ini. Langsung saja kami mencari informasi. Dan akhirnya Vero berjanji akan membelikan kami tiketnya langsung di PS.

19.12.2012
Hari Premiere tiba, saya tidak begitu exited karena tidak mau terlalu berharap terlalu berlebihan akan film ini. Sesampainya di PS, saya bersama Puji, Wika dan Mia menunggu Vero sambil berkeliling cuci mata (maklum lah yah wanita suka book sama yang SALE).

Setelah Vero datang kami langsung menuju studio XXI PS. Sudah ramai oleh pengunjung. Kami agak tergesa, berfikiran sudah akan dimulai. Melihat sekeliling koq banyak yah yang dapet goodie bag. Yang antri tiket hari ini ternyata langsung mendapatkannya, sayang nya kami tidak. Lama menunggu di dalam studio, karena sudah lewat hampir 15 menit dari jam yang tertera di tiket Wika dan Vero memutuskan untuk membeli Cemilan. Tidak lama mereka keluar ada serombongan orang yang duduk di bangku bagian tegah di atas deret kami yang sebelumnya kosong. Siapa sangka kalau yang datang adalah Pak Habibie sendiri, rasanya jangan ditanya, buat pegang kamera saja gemeteran, kamera saya pun susah yah cari pokusnya (lagi bawa yg manula). So terpaksa pakai  kamera hp untuk mencari sedikit gambar.

Deg deg deg deg deg, masih yah gemeteran sayah. Teringat saya sudah mempersiapkan buku Habibie & Ainun dari rumah, langsung saja saya memberikan buku tersebut untuk di tanda tangani oleh beliau. Rasa nya amazing dong, secara saya bisa bertatap muka langsung dengan orang yang saya sangat kagumi. Mulai ada kembang api bermunculan di fikiran saya, gini yah rasanya nge fans dengan seseorang,  tepatnya seorang engineer (saya pun engineer, agak miring sih tpi sayanya beda dengan beliau). Gpp deh ga dapet goodie bag asalkan bisa nonton bareng beliau.

Tak lama datang juga Reza Rahardian sang pemeran Pak Habibie di film nya. ada juga um Adrie Subono, serta beberapa cucu dari Pak Habibie sendiri.

edited-8178

image image_6 image_2

Film pun dimulai dari saat Habibie kecil bersekolah bersama Ainun. Dilanjutkan sekolah di Jerman dan penyakit TBC yang mendera menghasilkan janjinya untuk kembali ke Indonesia untuk membantu memajukan negeri ini. Pertemuannya dengan Ainun kembali yang membuatnya jatuh cinta, saat ia melamar, pesta pernikahan dan kehidupan mereka saat di Jerman. Kepulangan Habibie ke Indonesia, pembuatan pesawat N250, Saat beliau di lantik menjadi Menteri, Wakil Presiden, Presiden, dan kemundurannya.
Diakhiri dengan manis melalui kisah cinta Habibie kepada Ainun saat kanker ovarium dan saat-saat yang paling sulit kala melepas kepergian Ainun ke surga.

image_1

Skor yang saya berikan untuk film ini adalah 9 dari 10. Why ?
– Secara overall cinematografinya oke banget.
– Reza rahardian dengan sukses menduplikat gerak gerik Pak Habibie
– BCL yang saya tidak berharap banyak karena peran2 sebelumnya sebagai wanita periang pun berubah menjadi sosok yang anggun dan rupawan.
– Tidak hanya berisi kata2 manis dan rayuan gombal, tapi cinta yang dewasa.
– Banyak cuplikan kejadian masa lalu, seperti saat Soeharto turun, demo mahasiswa, pertama kali pesawat N250 terbang, dll.

Seolah-olah film ini bercerita tentang mimpi, semangat, sejarah, cuplikan2 kejadian masa lalu yang menjadi nilai tambah, nilai-nilai positif tentang kecintaan terhadap negeri ini tersebar di film ini, serta kejujuran seorang manusia dalam menjalani hidupnya.

Saya rasa ini bukan biografi tentang Habibie & Ainun saja tapi sebuah pembelajaran bagi negeri ini agar dapat maju dan berkembang seiring jaman namun tetap jujur dan tidak menggurui.

image_8

edited-8191 edited-8194 edited-8198 edited-8200 edited-8202

image_9

Quote :
Buat apa harta dan jabatan bila pasanganmu tidak satu frekuensi denganmu.

Penasaran ??? Ga yakin mau nonton, yo wes cek dulu deh Trailernya

Udah yakin mw nonton ?? Langsung cuss yahh, udh ada koq di bioskop terdekat *kedipkedip

nb :
– Buat mas2 di sebelah saya, maap yah mas nangis saya kenceng yah. Tapi koq kasian yah nonton sendirian, besok2 ajak saya yah *piss
– Plis jangan nonton sendiran buat cw2, karena kalo keasikan nangis ga ada yang nyadarin kalo film nya udah beres.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s