Korean Love Story, Part 1 (Nami Island)


Berawal dari mba Claudia Kaunang (CK) yg membuka trip Korea dan saya pun iseng untuk daftar. Tidak berharap banyak karena sebenarnya adik saya yang berkeinginan sekali ke sana. Maklum dia KPOPers berbeda dengan saya yang hanya mengadu peruntungan, siapa tau bisa ke Korea dengan murah, walau tiketnya tidak bisa dibilang murah. Harga tiket terendah sekitaran 2jt PP untuk promo besar-besaran dari Airasia, harga normal paling mahal 5jt PP. Untuk biaya hidup disana akan sepenuhnya diurus mba CK, saya hanya perlu membayar 3jt saja. Siapa yg tidak mau coba kan !!! Waktu berselang, saya sih santai saja dan tidak berharap banyak soalnya saat itu disibukan oleh skripsi yang tak kunjung berakhir bahagia.

Suatu malam, saya sedang online dan ngobrol dengan adik tercinta. Kami bercerita tentang Korea dan kecintaannya akan grup SUJU, ada yg ga tau SUJU itu apa ?? Yuks mari googling. Ehhh di inbox fb saya tetiba datang surat dari mba CK, bahwa saya masuk list dan diharapkan mentransfer uang serta menyiapkan syarat-syarat yang beliau minta. Bukan main senangnya hati ini, walau agak sedih melihat adik saya yang ingin ikut juga. Maaf yah dik, next time aku ajak kamu keliling Korea lagi sampai puas, tenang ajah.

Trip CK ini akan berjalan selama 6 hari, 2 hari perjalanan pulang pergi dan 4 hari menginap di Korea. Setelah semua administrasi di selesaikan, saya pun mengurus visa yang sudah saya ceritakan di posting sebelumnya. Visa beres, tinggal menghitung hari. Dari trip ini saya mendapat banyak sekali teman baru, karena kita saling berhubungan melalui bbm. Kami saling berkomunikasi dan merencanakan ingin kemana saja saat hari ke empat karena hari itu hari bebas. Ingin extend tapi ternyata bila saya extend saya akan melewatkan wisuda S1 saya, ga mungkin donk yah bisa-bisa saya dimusuhi mamah-papah, secara saya juga sudah melewatkan foto bareng dengan Pak Rektor yang disaat bersamaan saya masih berada di Korea. Jadi saya relakan saja tanpa extend.

Hari H pun tiba, saya sudah janjian dengan Ruth dan beberapa teman di bandara Soetta. Yang kemudian menyusul dengan Opit di KL.

IMG_5083sepatu pink ku naik pesawat ^^

IMG_5102

sebagian Incheon AirportIMG_5095

bus yg akan membawa kami berkeliling

IMG_5115

Jln tol di Korea

Touch down Korea, masih tak percaya saya tiba di negeri ginseng ini. Sambil menunggu bus para peserta saling berkenalan. Hari ini kita akan menuju Nami Island, buat pecinta film korea pasti tau deh. Sayangnya saya tidak begitu tau, hehe. Jadi menikmati saja lgsg pulau buatan ini yang berisi banyak tampat syuting film. Film apa yah ? Kalo ga salah sih pemerannya pria berkaca mata ganteng. Oiya Winter Sonata . Scene yg paling terkenal pas sepasang sejoli Korea ini sedang berjalan diantara rimbunnya pohon. Sayangnya saya hanya sempat berfoto satu kali dan ga begitu bagus foto saya nya, saya loh bukan yg moto. Maklum bukan foto model jadi ga bisa pose lucu deh.. xixixix…

IMG_5146

Entrance tiket

IMG_5154kapal yg membawa kami ke Naminara

IMG_5178 IMG_5181Welcome to Nami Island

Namiseom Island berbentuk bulan separuh sebagai hasil pembangunan Bendungan Cheongpyeong. Pada pulau ini terdapat makam Jenderal Nami, yang memimpin kemenangan besar melawan pemberontak dalam tahun ke 137 raja Dinasti Joseon, Raja Sejo (pemerintahan 1455 ~ 1468). Pulau Namiseom 63 km dari Seoul ke arah Chuncheon, dan terkenal karena jalanan yang indah dengan deretan pohon. Pulau ini 30 menit dari Chuncheon dan satu jam dari pinggiran kota Seoul. Karena tidak jauh dari Seoul, banyak pasangan dan keluarga yang datang untuk berwisata. Yang sangat unik dari pulau Namiseom adalah tidak adanya tiang telepon. Hal ini karena semua kabel listrik dibangun bawah tanah untuk menjaga keaslian alam sekitar. Kompleks 553,560 meter persegi ini dengan pohon-pohon kastanye dan pohon-pohon poplar di sekitarnya. Di tengah pulau, terdapat lapangan rumput sekitar 316,320 meter persegi. Terdiri dari fasilitas pendidikan dan pelatihan serta lokasi berkemah dari Barat ke Baratdaya.

Sebelum puas berkeliling, kami mengisi perut terlebih dahulu di salah satu restoran. Dakgalbi, ayam yg sudah di marinated dibakar langsung di depan kita membuat
asapnya bertambah untuk semangat makan. Makannya pakai daun selada, sambal, maknyosss tenan. Ga berenti makan sampe perut teriak penuh. Untungnya yg semeja sama saya makannya cuma sedikit, kalo saya kan yah lauk itu 2x lipat nasi. Perut kenyang hati pun senang. Plis jangan ngiler ngeliat gambar2nya yah

IMG_5192Aq dan mba ratih

IMG_5195ini dia daging ayam nya

IMG_5198nyumnyumnyum

IMG_5199sajian pendamping :

selada, kimchi, tauge rebus, sambal, bawangputih dan cabai hijau

Setelah daging matang, cara makannya seperti ini:IMG_5204

1. letakkan ayam diatas selada

IMG_52052. tambahkan sambal/bumbunya sesuai selera

IMG_52063. Tambahkan cabai hijau / bawang putih

IMG_5207

4. tambahkan tauge

IMG_52085. Lipat

IMG_52116. Siap masuk mulut. Nyam nyam

IMG_52137. Minumnya dari gelas besi, segarnya ^_^

Perut terisi penuh, menjelajahi Nami Island semakin mudah.

IMG_5219

dr Ka-Ki : kaka Opit, Mba Ratih, Kaka Isti, Ruth & kk Dina

IMG_5221Penjual bakpao, yg lgsg diambil dari tungku

IMG_5223Banyak tmpt anak-anak berkreasi

IMG_5241

kaka Opit lg kangen sama pacarnya yg ga pulang-pulang

IMG_5251Lucu kan yg ini modelnya ^_^

IMG_5258Ngumpet menunggu pangeran tampan yg lewat


One thought on “Korean Love Story, Part 1 (Nami Island)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s