Rembulan Tenggelam di Wajahmu


Kalau ada yg baca judul posting ini pasti nyangkanya saya galau, oh no. Tapi kalo kamu seorang pecinta buku pasti tau kalau ini salah satu buku yang menggugah hati.

Rembulan Tenggelam di Wajahmu, penulis Tere Liye

rating star : 8/10

Dimulai dengan adegan seorang anak kecil bernama Rinai diatas ayunan sedang mempertanyakan seribu hal kepada Tuhan. Tinggal di panti asuhan tanpa tahu asal usul serta wajah kedua orang tuanya membuat Rinai bersedih di malam takbiran kali ini. Dia mempertanyakan eksistensi Tuhan, merindukan orang tua yang tidak pernah ditemui. Terus bertanya pada kak Amel dimana orang tuanya, yang berakhir pada sikap ketusnya.

Tapi ini bukan akhir, perjalanan dimulai dari sini. Perjalanan hidup seorang Rehan alias Ray sedang dijabarkan Tuhan, diperlihatkan jawaban atas 5 pertanyaan hidup yang pernah muncul. Lahir di Panti asuhan dan besar dijalanan menjadikannya lebih kuat. Berlanjut mengamen dipinggir jalan, sampai menjadi pencuri membuatnya lebih tegar. Semakin umur tergerus maka pertanyaan di kepalanya semakin banyak. Pernikahan dengan wanita mantan penjaja cinta pun membuatnya merutuki nasib karena berakhir dengan hidup dalam kesendirian. Hidupnya seakan diakhiri dengan penyakit yang selalu hadir disetiap desah nafasnya walau harta melimpah yang iya tahu hanya dirinya menyedihkan.

Pertanyaan ke 4 yang menutup buku ini :

Kenapa kau harus mengalami sakit berkepanjangan ? kenapa takdir sakit  mengungkungmu ?

Jawaban datang tanpa ia ketahui. Rehan telah membunuh kedua orang tua Rinai tanpa sengaja,  kala bertabrakan dengan mobil yang membawa kedua orang tua Rinai menuju rumah sakit . Yang Rehan tahu dia hanya mencoba menghindari mobil itu untuk tidak melewati Panti Asuhan tempat sang Gigi Kelinci pernah memenuhi harinya. Saat itu juga Rehan merenggut janji kehidupan dari Rinai, kala mobil orang tuanya membanting setir menghantam jeruji besi membuat mereka kehilangan nyawa dan Rinai harus dilahirkan secara prematur

Dari buku ini saya mengerti, tiada pernah kita terlahir tanpa alasan, tiada pernah kejadian yang datang tanpa alasan. Semuanya sudah memiliki takdir masing-masing, pertemuan, perpisahan, kematian, kelahiran sudah terencana sesuai kehendak Allah. Hukum sebab akibat berlangsung dalam semua lini hidup kita, cuma berpikiran positif yang bisa bantu kita dalam menjalani sisa hidup yang ada.

Satu kalimat yang paling saya suka dari buku ini

“Seseorang yang memiliki tujuan hidup, maka baginya tidak akan ada pertanyaan kenapa Tuhan selalu mengambil sesuatu yang menyenangkan darinya, kenapa dia harus dilemparkan lagi ke kesedihan. Baginya semua proses yang dialami, menyakitkan atau menyenangkan semuanya untuk menjemput tujuan itu”

Baru kali ini saya membaca buku yang amat menyentuh dan banyak pelajaran yang bisa diambil. Tak salah buku ini menjadi buku best Seller dari Tere Liye. Tiada salahnya buat saya yang bisa baca gratis karena mbak Farhanah yang meminjamkannya dan mbak Agya yang ternyata sudah terlebih dulu membaca buku ini. Hidup galau.. Xixixiixixi #teringatkegalauankamibertigadiDumanceyangberakhirsharingbukuini


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s